Lagi sedih.
Dipikir-pikir, baru sadar banget, aku kalau sedih ngagokan banget.
Banget.
Jalan lama, selubung mielin gabut, sinaps terhambat, impuls saraf mager-mageran, bego iya.
Bego iya, sedih iya.
Gak tau apa yang bikin bego. Yang bikin sedih. Sedihnya. Apa kamunya.
Ngawur.
Betabets.
Basically a genius.
Sunday, October 6, 2019
Friday, May 6, 2016
Monday, February 3, 2014
Pengertian Globalisasi dan Dampaknya
Pendidikan Kewarganegaraan
GLOBALISASI
Kelompok - Kelas IX.B
Anggota
:
-
Asrie Joestika Auliarachma
-
Aulia Maghfira Putri
-
Canberra Chelciliana Poetranto
-
Ghiffarin Kintan Arini
-
Shafira Nur Fauziah
1. Pengertian
Globalisasi
Globalisasi diambil dari
kata “global”, yang artinya universal atau mendunia. Secara sederhana,
globalisasi dapat diartikan sebagai proses masuknya sesuatu ke dalam ruang
lingkup dunia. Globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar
kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan
memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara.
2.
Dampak Positif Globalisasi
a.
Ekonomi
-
Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi
-
Terjadinya industrialisasi
-
Produktifitas dunia industri semakin meningkat
-
Liberalisasi perdagangan barang, jasa layanan,
dan komodit lain memberi peluang kepada Indonesia untuk ikut bersaing mereput
pasar perdagangan luar negeri, terutama hasil pertanian, hasil laut, tekstil,
dan bahan tambang.
-
Di bidang jasa kita mempunyai peluang menarik
wisatawan mancanegara untuk menikmati keindahan alam dan budaya tradisional
yang beraneka ragam.
-
Tenaga kerja lokal banyak yang terserap sehingga
akan meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat.
-
Makin terbukanya pasar Internasional bagi hasil
produksi dalam negeri.
-
Dapat meningkatkan kesempatan kerja dan devisa
Negara
-
Mendorong kita untuk meningkatkan kualitas
produk yang tinggi.
b.
Politik
-
Tumbuhnya kesadaran bangsa bangsa sebagai warga
dunia yag memiliki tanggung jawab bersama bagi kelangsungan hidup di bumi.
-
Memberikan dorongan yang besar bagi konsolidasi
demokrasi di banyak negara.
-
Perdamaian dan kesejahteraan masyarakat global
menjadi tanggung jawab bersama di antara negara negara nasional.
-
Pemerintah yang ada dilaksanakan secara
transparan, demokratis dan penuh kebebebasan
-
Meningkatnya hubungan diplomatik antar negara.
-
Kerjasama antar negara jadi lebih cepat dan
mudah.
c.
Sosial Budaya
-
Menjunjung tinggi pelaksanaan HAM
-
Mengadakan pertukaran pelajar antar Negara
-
Meningkatkan pembelajaran mengenai tata nilai
sosial budaya, cara hidup, pola pikir yang baik, maupun ilmu pengetahuan dan
teknologi dari bangsa lain yang telah maju.
-
Adanya rasa solidaritas sosial yang tiggi
antarbangsa di berbagai negara .
-
Terjadinya kontak budaya melalui media massa
yang dapat memberikan informasi tentang keberadaan nilai-nilai budaya lain.
-
Menumbuhkan sikap kosmopolitan dan toleran.
3.
Dampak Negatif Globalisasi
a.
Ekonomi
-
Maraknya penyelundupan barang ke Indonesia.
-
Masuknya wisatawan ke Indonesia melunturkan
nilai luhur bangsa.
-
Perusahaan nasional tidak mampu bersaing dengan
perusahaa perusahaan multinasional yang mempunyai banyak keunggulan.
-
Perusahaan dalam negeri lebih tertarik bermitra
dengan perusahaan dari luar. Akibatnya kondisi industridalam negeri sulit
berkembang.
-
Terjadinya kerusakan lingkungan dan bertambahnya
polusi.
b.
Politik
-
Semakin meningkatnya nilai-nilai politik
individu, kelompok, oposisi, diktator mayoritas atau tirani minoritas.
-
Timbulnya fanatisme rasial, etnis dan agama
dalam forum dan organisasi.
-
Timbulnya unjuk rasa atau demonstrasi yang
semakin berani dan terkadang mengabaikan kepentingan umum.
-
Adanya konspirasi internasional, artinya
pertentangan kekuasaan dan percaturan politikinternasional selalu mengarah
kepada persekongkolan.
c.
Sosial Budaya
-
Menjamurnya produksi film dan musik dalam bentuk
kepingan CD/ VCD atau DVD.
-
Rasa kekeluargaan yang akan berkurang dengan
adanya jiwa individualis.
-
Kesenjangan sosial semakin tajam.
-
Budaya-budaya tradisional kita akan tergeger oleh
budaya negara lain.
- Semakin lunturnya semangat gotong-royong,
solidaritas, kepedulian, dan kesetiakawanan sosial sehingga dalam keadaan
tertentu/ darurat, misalnya sakit,kecelakaan, atau musibah hanya ditangani oleh
segelintir orang.
cr : supergaemgyuihfa.blogspot.com, wikipedia.com, etc.
Labels:
budaya,
dampak,
ekonomi,
globalisasi,
negatif,
pengertian,
PKn,
politik,
positif,
sosbud,
sosial,
sosial budaya
Sunday, January 19, 2014
Bukti Peninggalan Sosial Budaya
Kelas :
IX-B
Pendidikan
Lingkungan Hidup
Bukti
Peninggalan Sosial Budaya
1.
Prasasti Ciaruteun

Prasasti
Ciaruteun atau prasasti Ciampea ditemukan di tepi sungai Ciaruteun, tidak jauh
dari sungai Ci Sadane, Bogor. Prasasti tersebut merupakan peninggalan kerajaan
Tarumanagara. Prasasti Ciaruteun bergoreskan aksara Pallawa yang disusun dalam
bentuk seloka bahasa Sanskerta dengan metrum Anustubh yang terdiri dari tiga
baris dan pada bagian bawah tulisan terdapat pahatan gambar umbi dan
sulur-suluran (pilin), sepasang telapak kaki dan laba-laba.
Teks:
vikkrantasyavanipat eh
srimatah purnnavarmmanah
tarumanagarendrasya
visnoriva padadvayam
Terjemahan:
“Inilah (tanda) sepasang telapak kaki yang
seperti kaki Dewa Wisnu (pemelihara) ialah telapak yang mulia sang
Purnnawamman, raja di negri Taruma, raja yang gagah berani di dunia”.
Cap
telapak kaki melambangkan kekuasaan raja atas daerah tempat ditemukannya
prasasti tersebut. Hal ini berarti menegaskan kedudukan Purnawarman yang
diibaratkan Dewa Wisnu maka dianggap sebagai penguasa sekaligus pelindung
rakyat.
2.
Candi Cangkuang
Candi
Cangkuang adalah sebuah candi Hindu yang terdapat di Kampung Pulo, wilayah
Cangkuang, Kecamatan Leles, Garut, Jawa Barat. Candi inilah juga yang pertama
kali ditemukan di Tatar Sunda serta merupakan satu-satunya candi Hindu di Tatar
Sunda. Candi ini terletak bersebelahan dengan makam Embah Dalem Arief Muhammad,
sebuah makam kuno pemuka agama Islam yang dipercaya sebagai leluhur penduduk
Desa Cangkuang.
Desa
Cangkuang dikelilingi oleh empat gunung besar di Jawa Barat, yang antara lain
Gunung Haruman, Gunung Kaledong, Gunung Mandalawangi dan Gunung Guntur. Nama
Candi Cangkuang diambil dari nama desa tempat candi ini berada. Kata
'Cangkuang' sendiri adalah nama tanaman sejenis pandan (pandanus furcatus),
yang banyak terdapat di sekitar makam, Embah Dalem Arief Muhammad, leluhur
Kampung Pulo.
Candi
Cangkuang terdapat di sebuah pulau kecil yang bentuknya memanjang dari barat ke
timur dengan luas 16,5 ha. Pulau kecil ini terdapat di tengah danau Cangkuang
pada koordinat 106°54'36,79" Bujur Timur dan 7°06'09" Lintang
Selatan. Selain pulau yang memiliki candi, di danau ini terdapat pula dua pulau
lainnya dengan ukuran yang lebih kecil. Candi Cangkuang sebagaimana terlihat
sekarang ini, sesungguhnya adalah hasil rekayasa rekonstruksi, sebab bangunan
aslinya hanyalah 40%-an. Oleh sebab itu, bentuk bangunan Candi Cangkuang yang
sebenarnya belumlah diketahui.
3.
Prasasti Tugu

Prasasti
Tugu adalah salah satu prasasti yang berasal dari Kerajaan Tarumanagara.
Prasasti tersebut isinya menerangkan penggalian Sungai Candrabaga oleh
Rajadirajaguru dan penggalian Sungai Gomati oleh Purnawarman pada tahun ke-22
masa pemerintahannya. Penggalian sungai tersebut merupakan gagasan untuk
menghindari bencana alam berupa banjir yang sering terjadi pada masa
pemerintahan Purnawarman, dan kekeringan yang terjadi pada musim kemarau.
Dibandingkan
prasasti-prasasti dari masa Tarumanagara lainnya, Prasasti Tugu merupakan
prasasti yang terpanjang yang dikeluarkan Sri Maharaja Purnawarman. Prasasti
ini dikeluarkan pada masa pemerintahan Purnnawarmman pada tahun ke-22
sehubungan dengan peristiwa peresmian (selesai dibangunnya) saluran sungai
Gomati dan Candrabhaga.
Prasasti
Tugu memiliki keunikan yakni terdapat pahatan hiasan tongkat yag pada ujungnya
dilengkapi semacam trisula. Gambar tongkat tersebut dipahatkan tegak memanjang
ke bawah seakan berfungsi sebagai batas pemisah antara awal dan akhir
kalimat-kalimat pada prasastinya.
Teks:
pura rajadhirajena guruna pinabahuna khata
khyatam purim prapya candrabhagarnnavam yayau
pravarddhamane dvavingsad vatsare sri gunau jasa
narendradhvajabhutena srimata purnavarmmana
prarabhya phalguna mase khata krsnastami
tithau caitra sukla trayodasyam dinais siddhaikavingsakaih
ayata satsahasrena dhanusamsasatena ca
dvavingsena nadi ramya gomati nirmalodaka
pitamahasya rajarser vvidaryya sibiravanim
brahmanair ggo sahasrena prayati krtadaksina
Terjemahan:
“Dahulu sungai yang bernama Candrabhaga telah
digali oleh maharaja yang mulia dan yang memilki lengan kencang serta kuat
yakni Purnnawarmman, untuk mengalirkannya ke laut, setelah kali (saluran
sungai) ini sampai di istana kerajaan yang termashur. Pada tahun ke-22 dari
tahta Yang Mulia Raja Purnnawarmman yang berkilau-kilauan karena kepandaian dan
kebijaksanaannya serta menjadi panji-panji segala raja-raja, (maka sekarang)
beliau pun menitahkan pula menggali kali (saluran sungai) yang permai dan
berair jernih Gomati namanya, setelah kali (saluran sungai) tersebut mengalir
melintas di tengah-tegah tanah kediaman Yang Mulia Sang Pendeta Nenekda (Raja
Purnnawarmman). Pekerjaan ini dimulai pada hari baik, tanggal 8 paro-gelap
bulan Caitra, jadi hanya berlangsung 21 hari lamanya, sedangkan saluran galian
tersebut panjangnya 6122 busur. Selamatan baginya dilakukan oleh para Brahmana
disertai 1000 ekor sapi yang dihadiahkan”
Labels:
candi,
cangkuang,
ciaruteun,
peninggalan,
PLH,
prasasti,
sosbud,
sosial budaya,
tugu
Subscribe to:
Posts (Atom)